Selasa, 31 Juli 2012

Mau Berhenti Merokok? Berpuasalah (1)

Rokok, salah satu penyumbang tertinggi penyebab kematian. (ilustrasi)Lihat Foto

REPUBLIKA.CO.ID, Pada tahun 1604, Raja James I menulis tentang pemeriksaan atas mayat-mayat para perokok berat. Dia menemukan bahwa pada tubuh bagian dalam mayat-mayat itu tercemar dan terinfeksi oleh semacam bubuk hitam dan berminyak. Kenyataan ini paling tidak membuktikan bahwa rokok itu berbahaya.
Satu isapan sebatang rokok saja mengandung puluhan ribu zatpolutan. Jika asap ini dingin, beberapa diantaranya berubah menjadi cairan yang dapat menghasilkan tar tembakau. Tar yang berujud massa berwarna cokelat tersebut dapat menempel pada paru-paru, kuku, dan gigi perokok. Oleh karena itu, para perokok berat umumnya memiliki kuku dan gigi kuning kecokelatan.
Seseorang yang menghabiskan sepuluh batang rokok sehari, dalam setahun paling tidak telah menghirup 30.000 kali asap rokok. Padahal, dalam sekali isap terhirup sekitar 4.000 macam zat polutan.
Nikotin, racun paling berbahaya yang dikandung oleh rokok memang dapat menenangkan pikiran. Inilah sesungguhnya yang dicari-cari oleh perokok sebagaimana halnya obat-obatan yang memiliki fungsi adiktif yang memberi efek kecanduan kepada para pemakainya.
Setelah mengisap asap rokok, sekitar 7,5 detik kemudian nikotin telah tiba di otak dan kemudian merangsang hormon yang dapat menimbulkan perasaan tenang.
Gerbang pertama yang menjadi sasaran asap rokok adalah paru-paru, salah satu organ di dada yang memiliki susunan rumit. Paru-paru terdiri atas lima jenis sel yang semuanya sangat peka terhadap kerusakan yang diakibatkan oleh asap rokok.
Selain ke paru-paru, racun-racun rokok juga menyebar ke setiap sel dalam tubuh. Dengan demikian, kerusakan yang timbul dimulai dari tingkat sel sampai ke berbagai organ serta sistem organ dalam tubuh.

Mumi 'Perawan' Inca Menderita Infeksi Paru Sebelum Dikorbankan

Oleh Joseph Castro, LiveScience Contributor | LiveScience.com

Perawan Inca berusia 15 tahun yang dikorbankan 500 tahun lalu ternyata memendam rahasia. Remaja itu sedang menderita infeksi bakteri paru-paru pada saat kematiannya. Hal ini berdasarkan laporan para ilmuwan Rabu (25/7).

Para peneliti sudah menganalisis protein selaput, dan bukan DNA, dari si Perawan dan mumi Inca remaja lain yang meninggal di saat bersamaan.

Dalam dekade terakhir, teknik DNA memang terbukti berguna untuk memecah misteri-misteri kuno seperti bagaimana Raja Tut mati. Tetapi teknik ini masih memiliki kekurangan, misalnya menemukan bukti bahwa parasit yang menyebabkan malaria di sistem tubuh Raja Tut bukan berarti si Raja Mesir ini menderita gejala-gejala malaria. Lingkungan sekitar juga dapat merusak sampel DNA jika para peneliti tidak hati-hati.



Di sisi lain, menganalisis sampel protein, yang bisa lebih terlindung dari pencemaran lingkungan, memunculkan perangkat informasi yang berbeda. "Sebagai ekspresi DNA, protein menunjukkan apa yang dihasilkan tubuh pada saat individual diambil sampelnya, atau dalam kasus kami, pada saat kematian," kata peneliti kasus ini Angelique Corthals, antropolog forensik di City University of New York kepada LiveScience. Secara khusus, protein bisa memberi informasi apakah sistem kekebalan tubuh sedang aktif untuk melawan penyakit.


Mumi-mumi Llullaillaco
Dalam studi mereka, Corthals and kolega-koleganya mengambil sapuan mulut dari dari dua mumi Inca Andes, seorang anak laki-laki usia 7 tahun dan "si Perawan", dan sampel dari jubah si anak laki-laki yang berdarah. Dua mumi belia ini ditemukan pada 1999 dan awalnya terkubur di puncak gunung api Argentina Llullaillaco, dengan ketinggian 6739 meter di atas permukaan laut, setelah dikorbankan untuk ritual persembahan.

Riset-riset lalu menemukan bahwa anak laki-laki dan gadis muda ini digemukkan dulu sebelum persembahan. Makanan yang mereka makan adalah diet khas petani berupa kentang dan berbagai sayur-sayuran, lalu setahun sebelum persembahan mereka mulai diberi makanan elite seperti daging llama kering dan tepung jagung.

Mumi anak laki-laki usia 7 tahun.

Setelah dipersembahkan, suhu yang membeku secara alami mengawetkan lemak di tubuh mereka.

"Yang saya ingin lihat adalah dari mana asal darah yang ada di pakaian mumi dan bibir mereka," kata Corthals. "Tapi ternyata kami menemukan lebih banyak jawaban dari yang kami perkirakan sebelumnya."

Arkeolog juga menemukan mumi ketiga, gadis usia 6 tahun, bersama dengan dua mumi di atas. Mumi ini tampaknya tersambar petir, sehingga sampelnya mungkin terkontaminasi. Oleh karena itu, Corthals dan timnya tidak mengambil sampel dari mumi ketiga ini.

Mumi anak usia 6 tahun yang juga ditemukan dan diduga tersambar petir.



Infeksi paru-paru ditemukan
Para peneliti menggunakan teknik yang mereka sebut 'shotgun proteomic'. Mereka menaruh sampel ke sebuah alat beranama spectrometer massa, yang kemudian memecah sampel protein tersebut ke beberapa bagian rantai asam amino. Sebuah perangkat lunak kemudian membandingkan bagian-bagian ini dengan protein manusia yang sudah ada untuk menentukan, apa saja protein yang ada di sampel. "Anda tidak bisa menggunakan teknik ini untuk organisme yang tidak kita miliki genomnya secara lengkap," kata Corthals.

Mereka menemukan bahwa profil Si Perawan cocok dengan pasien pengidap infeksi pernapasan kronis. X-ray yang kemudian diambil dari paru-parunya juga menunjukkan infeksi paru-paru. Untuk mengetahui apakah Si Perawan memiliki sesuatu dalam tubuhnya yang mengandung infeksi, para peneliti mengubah analisis DNA dan menemukan bukti bakteri dari genus Mycobacterium, yang biasanya menyebabkan infeksi trakhea pernapasan bagian atas dan tuberculosis.

Model statistik menemukan bahwa bacterium tersebut jatuh pada kelompok penyebab TB, meski spesiesnya belum diketahui, mungkin karena DNA-nya belum diurutkan.

Sementara si anak laki-laki Llullaillaco tidak memiliki penyakit atau bakteri patogen.

Riset ini menunjukkan bahwa 'shotgun proteomic' memiliki peran penting dalam menentukan penyakit atau kematian dalam kasus arkeologi, medis, atau kriminal. Menurut Corthal, metode ini juga mungkin bisa digunakan untuk menentukan bakteri patogen mana yang menjadi pembunuh utama saat beberapa infeksi terjadi bersamaan.

Kini Corthals ingin mengetahui apakah teknik ini dapat digunakan pada sampel-sampel yang tidak terjaga dengan baik, seperti materi tengkorak atau mumi Mesir.

Berikutnya, teknik pengenalan protein ini akan digunakan di luar bidang arkeologi. "Saya rasa penggunaan terbesarnya akan terjadi di bidang ilmu forensik kriminal," kata Corthals.

Selasa, 24 Juli 2012

428 mayat ditemukan di hutan

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW-- Warga desa di pegunungan Ural selatan rusia dikejutkan dengan sebuah penemuan mengerikan. Mereka menemukan empat tong berisi 248 janin manusia di dalam hutan di wilayah tersebut.
Polisi di wilayah Sverdlovsk mengatakan, janin yang ditemukan tersebut diawetkan dengan formalin. Mayat janin-janin tersebut kemudian disimpan di dalam tong-tong bertuliskan nama keluarga dan angka-angka.
Polisi mencuriga, salah satu dari empat rumah sakit di sekitar wilayah Sverdlovsk bertanggung jawab atas kasus ini. Tong berisi janin-janin tersebut ditemukan beberapa kilometer dari jalan raya, yang menghubungkan daerah Yekaterinburg dengan kota Nizhny Tagil. Hingga saat ini, kepolisian masih terus menyelidiki kasus penemuan mayat bayi tersebut.

Muslim di AS meningkat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Nyaris setiap hari Muslim AS mendapat perlakuan diskriminatif. Namun, hikmah dibalik perlakuan itu setiap harinya warga AS memeluk Islam.
Hal itu diungkap Pendiri Pesantren Mualaf Annaba Center, Syamsul Arifin Nababan, saat bercerita tentang pengalamannya saat berkunjung di AS. " Setiap hari Islam dijelek-jelekan tapi setiap kali saya mengunjungi masjid-masjid di AS, ada pengumuman sejumlah warga AS yang memeluk Islam," paparnya saat berbincang dengan ROL, Ahad (22/7).
Hal menarik lain yang dialami Nababan, disela kunjungannya ke AS, ia mengetahui sejumlah gereja di AS tidak lagi dipenuhi jamaah. "Kalau saya tidak ada khutbah, saya sempatkan kunjungi geraja-gereja. Anehnya, tidak seluruh gereja di buka, bahkan, ada satu Katedral besar di Washington DC, dibuka hanya untuk turis yang sekedar foto-foto saja," papar dia.
"Dari fenomena itu, kita harus menyadari bahwa kebenaran itu pasti datang," pungkasnya.

Senin, 09 Juli 2012

Cacingan dan Amandel Turunkan Kecerdasan Anak


Ghiboo.com - Kesehatan menjadi faktor penting yang mendasari kehidupan seseorang. Termasuk, prestasi seorang anak di sekolah.

Anak yang mengalami masalah kesehatan akan memicu permasalahan daya tangkap pada proses belajar dan seringnya tidak masuk sekolah (absen), sehingga terjadi penurunan prestasi akademik.

Menurut drg. Ratna Kirana, Kasubdit Anak Usia Sekolah dan Remaja Direktorat Bina Kesehatan Ibu Kementerian Kesehatan RI, ada beberapa faktor pendukung lain mengapa anak mengalami permasalahan pada bidang akademiknya.

1. Tidak sarapan pagi

Banyak orang tua kurang perhatian pada anak dan tidak memiliki cukup waktu untuk menyiapkan sarapan. Selain itu, mitos yang mengatakan makan banyak bikin ngantuk menjadi salah satu alasan mengapa anak sekolah jarang sarapan.

Jika anak tidak sarapan maka tidak akan memiliki banyak energi untuk aktivitas otak. Akibatnya, kurang konsentrasi, ngantuk, lemah, letih, dan lesu. Apabila dibiarkan, maka mempengaruhi tingkat kecerdasan anak.

2. Pembesaran tonsil (amandel)

Amandel tidak hanya membuat anak kesulitan bernapas. Tetapi juga memengaruhi kemampuan akademiknya. Amandel yang bersarang di tenggorokan dapat menghambat laju oksigen ke otak, sehingga menyebabkan aliran oksigen ke otak menjadi berkurang.

Oksigen dibutuhkan sel-sel otak untuk melakukan aktifitas rutin sehari-hari. Kekurangan oksigen di otak menyebabkan anak susah berkonsentrasi.

3. Cacingan

Telur cacing dapat masuk ke mulut melalui makanan tercemar, tangan atau larva cacing masuk menembus pori-pori kulit saat anak main di tanah tanpa alas kaki.

Cacingan menyebabkan anak mengalami kekurangan gizi, sehingga menyebabkan anak menjadi kurus, anemia, cepat lelah dan mengantuk, serta penurunan kecerdasan.

Cacingan dikaitkan dengan rendahnya kesadaran untuk mencuci tangan menggunakan sabun sebelum makan dan setelah BAB.

Rabu, 04 Juli 2012

Berikut ini 20 barang yang harus Anda beli dalam kondisi baru, bukan bekas:

Saya adalah orang yang sering membeli barang bekas. Kebanyakan mebel saya bekas, dan saya menghemat lebih dari 50 persen untuk beberapa barang. Namun saya tidak akan membeli barang bekas untuk beberapa jenis barang — terutama jika membahayakan kesehatan atau keamanan.

Pendiri Money Talks News, Stacy Johnson pun sependapat. Berikut ini 20 barang yang harus Anda beli dalam kondisi baru, bukan bekas:

1. Keranjang bayi        
Di AS, keranjang bayi sering masuk daftar barang yang ditarik kembali untuk alasan yang sangat mengerikan. Misalnya ketidaksempurnaan yang membuat bayi dapat tergelincir keluar, atau justru terjepit dan tercekik. Alangkah baiknya mencari aman dan membeli keranjang baru.

2. Kursi mobil
Kursi mobil memang masih aman digunakan setelah kecelakaan. Tetapi dari mana kita tahu apakah bagian dalamnya rusak (dan tak terlihat)? Kita tidak bisa membedakan. Jangan ambil risiko, belilah kursi mobil yang baru.

3. Helm

Ketika terjadi kecelakaan, busa tebal di dalam helm meredam guncangan dan melindungi kepala Anda. Setelah kecelakaan, helm mungkin masih terlihat bagus, namun sering helm sudah pecah atau sobek di dalamnya. Gantilah dan beli yang baru — agar kepala Anda tetap terlindungi di kecelakaan selanjutnya.

4. Laptop
Jika Anda merawat laptop dengan benar, laptop tersebut dapat bertahan beberapa tahun meski sering dipakai — namun Anda tidak tahu bagaimana orang lain memperlakukan laptop mereka. Mungkin pernah jatuh atau ketumpahan kopi.

5. Kamera video

Sama halnya dengan kamera video. Anda mungkin tidak melihat kerusakannya, namun bisa saja barang tersebut pernah jatuh, kena air, atau dipakai dengan tidak benar. Kamera video sangat mahal untuk diperbaiki, jadi Anda sebaiknya tidak membeli kamera video bekas.

6. Kasur
Sebuah kasur bekas dapat membawa beberapa benda tambahan yang Anda tidak inginkan – sel kulit mati, bakteri, rambut dan hal menjijikkan lainnya. Kasur bekas juga mungkin mengandung kutu busuk, yang meminum darah manusia, menyebabkan bentol, gatal-gatal dan infeksi kulit. Belilah kasur baru.

7. Sepatu
Sepatu bekas mungkin terlihat bagus dipakai pemilik lamanya, namun sepatu tersebut telah terbentuk menyesuaikan kaki sang pemilik. Oleh karena itu sepatu bekas mungkin tidak akan terlihat cocok untuk Anda. Sepatu bekas yang tidak pas juga dapat menyebabkan sakit kaki dan masalah punggung.

8. Make-up
Make-up banyak dijual di pasar yang menjual barang-barang bekas, namun saya tidak pernah membelinya. Kuas kosmetik bersentuhan langsung dengan kulit dan mungkin tidak dibersihkan dengan baik. Sebuah lipstik yang baru sedikit terpakai? Mungkin lipstik itu tempat berkembangnya bakteri yang menyebabkan penyakit. Membahayakan kesehatan sendiri tidak bisa disebut hemat.

9. Plasma dan TV HD

TV dengan tabung lebih awet daripada TV layar datar yang modern. Harap diingat, perbaikan TV layar plasma membutuhkan biaya yang besar. Akan lebih efektif jika Anda membeli TV baru yang bergaransi daripada TV bekas.

10. Topi
Bagian dalam topi mungkin berisi kulit mati kepala seseorang, rambut, atau yang lebih buruk — kutu yang makan darah dan menyebabkan gatal dan rasa sakit di kulit kepala. Serangga yang hampir tidak terlihat itu juga dapat berpindah cepat ke orang atau barang lain. Jangan sampai Anda harus membasmi kutu dari rumah, hanya karena sebuah topi murah.

11. Pakaian renang

Pakaian renang menempel lekat di badan. Pemakaian yang lekat tersebut dapat membawa bakteri dan penyakit lainnya, yang kebanyakan berpindah ketika Anda mengenakan pakaian tersebut. Pakaian renang juga rapuh. Jika petunjuk pencucian tidak diikuti, pelekatnya mungkin sobek dan dapat kehilangan bentuk aslinya. Tidak usah membeli sesuatu yang dapat rusak.

12. Penyedot debu
Penyedot debu sering rusak dan menyebabkan ongkos perbaikan yang mahal. Mengingat Anda dapat membeli penyedot debu baru dengan harga di bawah Rp 1 juta, rasanya tidak perlu deh membuang-buang uang untuk barang bekas yang cepat rusak.

13. Ban

Semakin tua umur ban, semakin tidak elastis ban tersebut. Akibatnya, uliran ban dapat gundul, dan menyebabkan kecelakaan. Bila bannya tidak tua, ban tersebut mungkin digunakan dengan tidak baik. Kesimpulannya, Anda tidak dapat menilai kondisi ban dari ulirnya saja, jadi jangan beli ban bekas hanya karena terlihat masih bagus.

14. Perangkat lunak

Perangkat lunak dilengkapi oleh kode produksi dan kerap dibatasi berapa kali bisa digunakan kembali. Ketika Anda membeli software bekas, Anda tidak tahu seberapa banyak kode produksi tersebut sudah dipakai.

15. Pemutar DVD
Memperbaiki pemutar DVD sering kali lebih mahal daripada membeli baru. Contohnya, seorang teman saya yang membawa pemutar DVD-nya ke tempat reparasi. Ketika diberitahu ongkosnya sekitar Rp 500 ribu, dia pun memutuskan membeli pemutar DVD baru dengan harga lebih murah.

16. Boneka binatang

Anak-anak suka memasukkan boneka binatang ke mulutnya, lapangan dan tanah. Karena boneka binatang memiliki permukaan kain, bakteri dan debu terserap ke dalam seratnya. Apakah Anda ingin anak Anda memasukkan Teddy Bear ke dalam mulutnya jika Anda tidak tahu berasal dari mana barang itu?

17. Lampu halogen

Lampu halogen tua memang terlihat keren, namun berisiko memicu terjadinya kebakaran. Anne Ducey, kordinator marketing Seattle Light, mengatakan pada The Seattle Times bahwa lampu halogen menjadi penyebab atas setidaknya 350 kasus kebakaran, kerugian materi sebesar $ 2 juta (sekitar Rp 19 miliar), 114 orang cedera dan 29 kematian di AS.

Carilah lampu CFL dan LED baru, karena lampu tersebut lebih aman dan murah untuk digunakan.

18. Blender
Blender sering disalahgunakan. (Saya telah merusak dua blender karena mencoba mencampur stoberi beku dan es.) Belum lagi kebanyakan blender mengandung sisa makanan di bagian bawah pisau dan mangkuknya, meskipun jarang terlihat.

Blender baru harganya cukup murah. Lebih baik membeli yang baru.

19. Perhiasan pesanan
Perhiasan pesanan anak-anak dan orang dewasa dapat mengandung zat-zat berbahaya seperti nikel, kadmium, dan timah. Masalah tersebut sangat umum terjadi. Tahun 2004, pusat kesehatan lingkungan di AS mengambil langkah hukum untuk menarik lebih dari 150 juta perhiasan untuk anak-anak.

Meskipun pemeriksaan timah lebih ketat untuk produk baru, perhiasan pesanan bekas yang Anda beli mungkin mengandung timah dan bahan kimia lainnya.

20. Makanan hewan peliharaan

Banyak makanan hewan terpaksa ditarik kembali karena menyebabkan penyakit. Apalagi bila mengandung salmonella. Jadi mengapa membeli yang bekas?

Bahkan pun bila makanan tersebut tidak ditarik kembali, kemasan makanan anjing yang telah dibuka dapat mengandung serangga dan telur serangga. Di tempat tinggal saya, tidak jarang makanan hewan peliharaan dikerubungi kecoa. Kemungkinan keracunan makanan dan serangga seharusnya membuat Anda untuk pikir-pikir lagi bila ingin berhemat.