Minggu, 31 Agustus 2014

Inilah yang Menyebabkan Sering Mengeluh Bikin Cepat Tua

TRIBUNNEWS.COM - Ungkapan yang mengatakan bahwa mengeluh dan menyesali keputusan bisa membuat tubuh serta wajah Anda cepat menua, ternyata ada benarnya. Setidaknya begitulah kesimpulan yang diungkapkan oleh Stefanie Brassen dan rekan di University Medical Centre Hamburg-Eppendorf, Jerman. Menurut Brassen, orang yang selalu mengeluh dan menyesali pilihannya cenderung memiliki sifat impulsif dalam bertindak. Hal yang demikian merupakan cara mereka dalam berkompromi terhadap keputusan buruk sebelumnya. Alhasil, mereka merasa "berutang" pada diri sendiri untuk membuktikan bahwa usaha mereka selanjutnya akan memberikan hasil yang baik. Naasnya, keputusan terbaru yang diambil tanpa pertimbangan dan pemikiran mendalam, lagi-lagi membawa mereka pada kenyataan yang kurang kondusif. Akhirnya, mereka menjadi muram dan depresi. Seperti kita ketahui bahwa sinar bahagia yang membuat wajah tampak lebih rupawan itu berasal dari suasana hati. Jadi, saat seseorang sering muram, stres, dan depresi, otomatis kualitas kekencangan kulit pun bakal menurun. Seiring waktu, meski usia masih terbilang muda, wajah dan tubuh Anda akan dipenuhi garis-garis keriput. Sementara itu, hasil penelitian terhadap sejumlah orang yang lebih santai dan pasrah, mereka terlihat lebih bahagia dan banyak tertawa. Selain itu, kemampuan mereka dalam mengendalikan emosi terbilang stabil. Umumnya, mereka yang jarang menyesal dan mengeluh lebih dapat menghargai usaha keras yang telah mereka kerahkan, meskipun hasilnya kurang baik. Alhasil, pancaran wajah mereka cenderung lebih awet muda dibandingkan orang-orang yang hobi mengeluh setiap saat. Kesimpulan tersebut diatas telah dipublikasikan pada Science Express Journal berikut saran dan rekomendasi dari peneliti. Brassen dan rekan-rekan menyarankan agar kita melatih diri untuk selalu berpikir positif dan jangan menyerah dalam mencari hikmah serta titik terang di setiap upaya dan perjuangan hidup yang kita lewati selama ini. Cara yang demikian dipercaya lebih efektif dalam membentuk kesehatan mental kita di usia tua nanti. Selain itu, juga lebih ampuh dibandingkan produk antiaging terbaik dan termahal sekali pun. (Sumber: Psychology Today)

Selasa, 22 April 2014

Cara menggunakan Camera360

Sebagai salah satu negara paling sosial di dunia, orang Indonesia sangatlah menyukai aplikasi edit foto. Hari ini kami akan berbicara mengenai salah satu aplikasi edit foto paling populer di Asia, yakni Camera360. Aplikasi ini dilengkapi banyak sekali fitur dan filter foto yang bisa membuat pecinta foto menghabiskan waktu berjam-jam tiap harinya untuk memperindah foto mereka.
Berikut kami berikan tutorial singkat cara menggunakan aplikasi Camera360. Aplikasi yang kami ulas ini merupakan versi Camera 360 Ultimate untuk Android versi 5.0.

Mulai menggunakan Camera360

camera360-halaman-utama Camera360 memiliki empat icon di bagian atasnya dan tiga icon di bagian bawahnya. Keempat tombol di atas, mulai dari kiri ialah icon Photo Bank (berbentuk awan), icon untuk memilih menggunakan kamera depan atau belakang (berbentuk kamera), icon untuk lampu (berbentuk petir), dan icon pengaturan (berbentuk gerigi). Tiga tombol di bagian bawah mulai dari kiri ialah icon album foto (berbentuk kotak), icon untuk memotret (berbentuk lingkaran kuning), dan icon untuk mengatur efek foto (icon ini warna-warni).
Anda juga bisa melakukan zoom in dan zoom out dengan garis vertikal yang ada di bagian kanan layar utama.

Menggunakan filter

Saat ini aplikasi Camera360 memiliki delapan jenis efek kamera: effects, selfie, easy cam, scenes, funny, audio, tilt-shift, dan color-shift. Anda bisa menggunakan ratusan filter dari effects, mulai dari kategori magic skin untuk memuluskan kulit dalam foto (misalnya supaya jerawat tidak kelihatan), sketch (filter arsiran pensil), dan retro (filter foto jaman dulu). Anda masih bisa mendownload banyak kategori efek lainnya secara gratis di sana.
Masing-masing jenis kamera lainnya seperti selfie dan funny memiliki filter fotonya tersendiri. Apabila Anda tidak ingin pusing dan ingin hasil yang bagus dan cepat, maka kamera easy cam bisa menjadi pilihan Anda. Anda bisa mengaburkan background foto dengan kamera tilt-shift, dan mengatur warna apa saja yang muncul pada kamera color-shift. Apabila Anda ingin memasukkan suara di dalam foto, gunakan kamera audio.
(Baca juga: Aplikasi kamera cosplay yang ditunggu-tunggu banyak otaku)
Camera360 masih belum memiliki produk berbayar di dalam aplikasinya. Kedepannya mereka akan mengubah itu dengan meluncurkan beberapa filter dan kamera berbayar.
camera360-filter-foto

Mengedit foto

Ada dua versi Camera360 yang dikeluarkan oleh perusahaan yang sama, yakni Camera360 Ultimate yang sedang kami bahas dan juga Camera360 for Android. Dua perbedaan utama dari kedua aplikasi itu ialah user interface dan bahwa Camera360 Ultimate memiliki kemampuan untuk mengedit foto lama yang ada di Gallery.
Anda bisa mengedit foto-foto lama Anda dengan masuk ke bagian album foto di dalam aplikasi Camera360. Anda bisa menemukan icon album foto itu di bagian kiri bawah halaman utama, lalu memilih “other album” di bagian bawah handphone. Di sana Anda diberikan pilihan untuk mengedit masing-masing foto yang Anda pilih.

Menyimpan foto secara online dengan Photo Bank

Photo Bank merupakan fitur dimana Anda bisa menyimpan seluruh gambar Camera360 secara online. Untuk menggunakannya, pertama-tama Anda harus log in menggunakan akun sosial media seperti Facebook, Twitter, Sina, dan QQ. Setelah itu, Anda bisa mengatur apakah Camera360 akan mengupload seluruh gambar ke dalam Photo Bank secara otomatis melalui hubungan wifi, 3G, atau saat handphone sedang di-charge. Tentu saja Anda bisa memilih untuk melakukan upload manual.
Pengaturan upload itu bisa Anda temukan di bagian “upload settings” di dalam halaman “advanced settings” pada icon pengaturan.
camera360-photo-bank

Pengaturan umum

Anda bisa menemukan enam pilihan di dalam icon pengaturan berbentuk gerigi, yakni touch shoot, sound, timer, stabilizer, focus mode, dan advanced settings. Anda sudah bisa menebak fungsi setiap pengaturan berdasarkan namanya. Touch shoot artinya Anda bisa mengambil gambar dengan menyentuh layar dimana saja, sound artinya akan ada suara saat Anda memotret, dan timer untuk mengatur waktu sebelum handphone memotret.
Fitur stabilizer cukup unik, karena kamera hanya akan menangkap gambar saat handphone sudah stabil atau tidak mencatat banyak gerakan. Jadi apabila Anda telah menekan tombol memotret tapi tangan masih goyang-goyang, kamera tidak akan menangkap gambarnya.
(Baca juga: Anda kini bisa membuat foto GIF kartun di MomentCam)
Ada tiga pilihan mode focus, yakni auto, infinity, dan macro. Mode auto baik digunakan untuk mengambil gambar secara general. Mode infinity digunakan untuk mengambil objek gambar yang jaraknya agak jauh, sedangkan mode macro untuk menangkap obyek gambar yang jaraknya cukup dekat dengan lensa.

Pengaturan khusus

camera360 fitur Ada tujuh hal yang bisa Anda lakukan di halaman advanced settings Camera360, yakni mengatur profil, mengatur sistem upload foto, mengatur foto, mengatur kamera, mengatur akun sosial media, memberikan umpan balik, serta membaca halaman “about”.
Pada halaman pengaturan foto, Anda bisa mengatur ukuran dari setiap foto yang Anda potret, kualitasnya, dan alamat penyimpanan foto. Beberapa hal lainnya yang bisa Anda atur di sana ialah apakah Anda ingin menyimpan foto originalnya juga, memasukkan tanggal dan lokasi di setiap foto, dan menyimpan foto secara otomatis saat menekan tombol “back”.
(Baca juga: OpenRice luncurkan OpenSnap, aplikasi foto untuk pecinta kuliner)
Pada halaman pengaturan kamera, Anda bisa mengatur kapan saja ada suara di dalam aplikasi, apakah Anda ingin melihat hasil filter foto secara langsung, apakah Anda ingin mengaktifkan layar composition pada saat mengambil gambar, mengatur kamera depan untuk bertindak bagaikan kaca, mendapatkan vibrasi saat memotret, menguji fitur stabilizer, serta memperbolehkan aplikasi mengecilkan ukuran gambar untuk memastikan hasil potretan bisa disimpan.
Di halaman pengaturan khusus ini Anda juga bisa mengatur arah dan orientasi kamera Anda. Hal ini bisa Anda lakukan di fitur direction revise for saved photo (di dalam photo settings) atau preview direction photo (di dalam camera settings). Bedanya, yang pertama foto akan diubah orientasinya setelah setiap pemotretan, sedangkan yang kedua orientasi kamera akan langsung diubah sebelum mengambil gambar.

Camera360 diciptakan oleh perusahaan Pinguo Inc. asal China. Mereka melaporkan bahwa aplikasi itu telah melampaui angka 250 juta pengguna pada bulan Februari dengan dimana 15 juta orang aktif menggunakan aplikasi ini tiap harinya.
Kami harap tutorial di atas bisa membuat Anda lebih paham menggunakan Camera360. Selamat berfoto ria!
Google Play: Camera360 Ultimate, Gratis
App Store: Camera360 Ultimate, Gratis
Windows Store: Camera360 Ultimate, Gratis
Website: Camera360 Ultimate, Gratis

Senin, 14 April 2014

Bahasa Prancis Agus Salim bikin PM Vietnam Selatan bengong

Kisah ini diceritakan oleh George McT Kahin. Ia adalah seorang wartawan yang bekerja untuk sebuah kantor berita Amerika (Overseas News Agency). George pertama kali kenalan dengan Haji Agus Salim pada tahun 1948 di Yogyakarta. Saat itu Agus Salim menjabat sebagai Menteri Luar Negeri. George datang ke Indonesia dalam rangka ingin menulis tentang Indonesia. Terutama keadaan Indonesia saat itu setelah Indonesia merdeka. Empat tahun berlalu, setelah George menjabat sebagai pembantu guru besar muda di Cornell University, maka oleh pimpinan Program Asia Tenggara, Agus Salim diundang sebagai guru besar tamu pada semester musim semi tahun 1953 datang ke universitas tersebut. Agus Salim diminta memberi suatu kursus singkat tentang agama Islam dan seminar tentang 'Islam Indonesia' di Amerika Serikat. Program itu kerap membuat dosen dan mahasiswa antusias mengikuti program tersebut. Sebab sebelumnya juga ada guru besar muslim menggelar program tentang Islam. Di tengah lawatannya ke Amerika Serikat, George mempertemukan Agus Salim dengan Ngo Dinh Diem. Ia adalah Calon Perdana Menteri Vietnam Selatan. Pertemuan berlangsung setahun sebelum Diem diangkat sebagai perdana menteri. Kala itu Diem datang ke Cornell dalam rangka keliling Amerika Serikat untuk mencari dukungan bagi negaranya yang masih akan dibentuk. Pada saat itu Diem adalah orang yang terkenal pintar bicara. Tiap-tiap diskusi dan berdebat Diem selalu merajai percakapan. Saking pintarnya, lawan bicara Diem selalu kalah dan hanya bicara satu dua patah kata. Kemudian George berinisiatif mempertemukan Agus Salim dengan Diem di Ruang Pertemuan Tenaga Pengajar. Acara dikemas dengan santap makan malam. Sambil makan malam, George begitu terperangah ketika Agus Salim dan Diem berbicara bahasa Prancis. Selama ini Diem dikenal orang Asia yang mahir berbicara bahasa Prancis. Rupanya, kefasihan Diem berbicara bahasa Prancis tak membuat Agus Salim terdiam. Justru yang membuat George kaget adalah dalam percakapan itu Agus Salim lebih mendominasi. Agus Salim malah lebih menguasai pembicaraan hingga tak memberi kesempatan pada Diem untuk bicara. Agus Salim ternyata lebih mahir berbicara bahasa Prancis. Selama ini Agus Salim memang dikenal banyak menguasai bahasa asing. Selain Inggris, Agus Salim juga fasih berbicara bahasa Arab, Prancis dan Jerman. Delapan tahun kemudian, George berada di Saigon, sebuah kota di Vietnam. Di sana ia kembali bertemu dengan Diem. Dalam wawancaranya selama empat jam, George mengaku kalah bicara dengan Diem. Ini yang membuat George kesal. Saking kesalnya tiba-tiba ia teriangat Agus Salim. "Coba bila ada hadir Pak Salim, yang menjijikkan Diem itu sebelum saya mewancarainya." kenang George. Pengalaman George ini kemudian ditulis dalam buku "Seratus Tahun Haji Agus Salim" yang diterbitkan oleh Sinar Harapan.

Minggu, 13 April 2014

Sepuluh Trivia Film "Captain America: The Winter Soldier"


yahoo.com Di balik film besar seperti “Captain America: The Winter Soldier” (2014) tentu ada banyak perhitungan dan desain yang detail. Tidak hanya menampilkan peningkatan dari “Captain America: The First Avenger” (2011) dalam segi artistik, film sekuelnya ini juga punya adegan aksi, dan penggunaan CGI yang lebih ekstensif. Ingin tahu ada cerita-cerita unik apa saja yang ada di belakang film yang dibuat dengan dana 170 juta dolar Amerika Serikat ini? Berikut adalah sepuluh trivia film “Captain America: The Winter Soldier”.

1. Syuting di Washington D.C.

Triskelion, markas besar S.H.I.E.L.D. yang baru pertama kalinya ditampilkan dalam Marvel Cinematic Universe, dibangun sebagai gedung yang terletak di Theodore Roosevelt Island di Washington, D.C. Bagi Kevin Feige, presiden Marvel Studios, pemilihan Washington, D.C. sebagai lokasi Triskelion sangat penting untuk menjaga ceritanya tetap terasa nyata. “Anda masih ingin ini terlihat wajar dan membuatnya terasa sedekat mungkin dengan kenyataan, dan dengan menghabiskan hari-hari di D.C. dan memulai filmnya dengan langsung menampilkan lokasi asli, ini memberikan kesan baik, dan sebuah kesan yang realistis.”

Selain mengambil latar di Theodore Roosevelt Island, produksi film ini juga syuting di lokasi seperti Jefferson Memorial, Lincoln Memorial, National Air and Space Museum, Capitol Building, National Mall, DuPont Circle, dan tentunya Theodore Roosevelt Bridge yang baru untuk pertama kalinya ditutup hanya untuk mengakomodasi pembuatan film ini.

2. Enam Minggu di Cleveland

Untuk memfilmkan adegan kejar-kejaran mobil yang melibatkan Nick Fury (Samuel L. Jackson), serta kekacauan di tengah kota yang menghadirkan Captain America (Chris Evans), Winter Soldier (Sebastian Stan), Black Widow (Scarlett Johansson), dan Falcon (Anthony Mackie), tim produksi harus pindah ke Cleveland, Ohio agar dapat memfilmkan adegan-adegan rumit ini. Cleveland yang merupakan kota tempat duo sutradaranya, Anthony dan Joe Russo, pertama kali memulai karir mereka sebagai pembuat film, menjadi tuan rumah selama enam minggu.

“Meski Cleveland adalah kota pengganti yang bagus untuk New York dalam Marvel’s The Avengers, ini adalah kota pengganti yang lebih bagus lagi untuk Washington, D.C. karena banyak gedung-gedung di tengah kotanya yang punya ketinggian sama dan punya gaya arsitektur Washington, D.C.,” kata sang produser, Louis D’Esposito, dalam catatan produksinya.

Untuk mengakomodasi jadwal syuting yang melibatkan dua unit pemeran dan kru, banyak jalanan yang harus ditutup berminggu-minggu selama musim panas – termasuk Cleveland Memorial Shoreway yang merupakan salah satu jalan utama di kota tersebut.

3. Satu Kostum Puluhan Versi

Bila Anda melihat stealth suit Captain America dalam filmnya yang dominan dengan warna biru dan putih, Anda mungkin berpikir bahwa Chris Evans hanya mengenakan satu versi desain selama setengah perjalanan filmnya. Tetapi, kostum yang dirancang oleh Judianna Makovsky ini ternyata terdiri dari bermacam-macam desain yang dibuat untuk berbagai keperluan adegan aksinya. Bahan yang digunakan pun bermacam-macam dan semuanya dijahit menjadi satu. Masing-masing versi dari desain kostum ini dibuat kopiannya sebanyak 16 buah.

“Ini kelihatannya seperti dibuat dari satu bahan saja. Kalau Anda bisa melihatnya dari dekat, sebenarnya ada empat atau lima bahan berbeda di kostumnya yang semuanya diwarnai sama, tetapi punya kelenturan yang berbeda atau bisa mengakomodasi gerakan berbeda di area yang berbeda pula,” kata Makovsky pada situs JustLuxe.

4. Rocky
Sylvester Stallone sebagai Rocky.

Banyak penonton mungkin sudah tahu bahwa “Captain America: The Winter Soldier” punya pengaruh jelas dari film-film seperti “Three Days of the Condor” (1975), “The French Connection” (1971), “Heat” (1995), “Ronin” (1998), sampai “The Raid” (2011). Tapi, dari segi karakter mungkin penonton tidak sadar bahwa Russo bersaudara ternyata menggunakan sosok Rocky sebagai salah satu panduan untuk karakter Captain America.

“Cap punya perjalanan karakter yang sangat sederhana. Ia adalah karakter yang sangat empatik, seperti Rocky. Rocky tidak punya perjalanan karakter dalam film, ‘kan? Tugas Rocky dalam film ini hanya untuk bertahan,” kata Anthony Russo pada Den of Geek. “Dan itulah kenapa kami meletakkan lelucon Rocky di sana. Kami pikir kalau dia [Captain America] adalah Rocky, kami perlu memukulinya sampai babak belur. Kami perlu untuk tahu bagaimana, ketika kami punya karakter dengan perjalanan karakter sederhana yang tak banyak mengalami perubahan dalam film, bagaimana kami bisa membuat penonton peduli padanya. Dan itu dilakukan dengan memberinya banyak kesulitan. Ia ditembaki, ia ditusuk, ia ditonjok wajahnya … ini semua tentang keinginannya untuk tetap bertahan,” tambah Joe Russo.

5. Helicarrier

Untuk menyajikan sebagian besar efek visual dalam “Captain America: The Winter Soldier”, Anthony dan Joe Russo bekerja dengan Industrial Light & Magic. Efek visual terbesar yang dihasilkan oleh ILM tentu saja adalah trio helicarrier yang dibuat oleh S.H.I.E.L.D. Untuk membangun model helicarrier ini sampai hasilnya sempurna, ILM butuh waktu sekitar satu tahun. Selain itu, helicarrier generasi baru ini juga menjadi model CG terbesar yang pernah mereka kerjakan.

Dibandingkan helicarrier model sebelumnya yang tampil di “The Avengers” (2012), helicarrier yang muncul dalam “Captain America: The Winter Soldier” punya ukuran sekitar seperempat kali lebih besar. Panjang helicarrier ini sekitar 425 meter, punya kubah pengawas yang dilingkupi oleh dinding polimer transparan, dan dilengkapi dengan mesin Stark Repulsor. Untuk persenjataan, helicarrier baru ini juga dipasangi senjata Phalanx yang punya laras sepanjang 20 meter dengan jumlah 14 buah di sepanjang deknya.

“Helicarrier ini punya senjata-sejata besar di deknya, senjata supernya, dan pusat pengamatan di bawah lambungnya, di mana perkelahian Cap dan Winter Soldier berlangsung,” kata supervisor VFX dari ILM, Russell Earl, dalam situs Animation Boss. “Sutradaranya ingin semuanya berdasarkan realitas, meski itu merupakan teknologi yang sebenarnya kita belum punya. Kami membuatnya dengan gaya 90 persen modern, dan 10 persen dari Perang Dunia II.”

6. Lengan Winter Soldier

Bagian lengan kiri dari Winter Soldier yang terbuat dari logam dihasilkan efeknya oleh Legacy Effects. Untuk mencapai efek yang diinginkan, Legacy Effects menggunakan berbagai macam pendekatan untuk membuat lengan sang tokoh penjahat terlihat natural. Selain menggunakan pelat-pelat sambungan supaya sang Winter Soldier bisa bergerak dengan mudah, mereka juga membangun lengannya secara penuh untuk adegan jarak dekat, dan kadang-kadang, hanya meletakkan titik-titik referensi untuk nantinya digantikan dengan CGI.

Salah satu adegan yang paling sulit dibuat adalah bagian ketika Winter Soldier harus duduk di kursi dan memperlihatkan tangan palsunya yang tersambung pada bahunya. Untuk mengeksekusi adegan ini, kru efek visual harus menggunakan referensi dari cara penggunaan lengan prostetik di dunia nyata. “Kami melakukan banyak riset mengenai bagaimana prostetik dipasangkan ke tubuh manusia dan akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa kalau Anda harus mengerjakan bagian tangannya dan Anda harus melepasnya, Anda harus punya sebuah plastik medis yang terkoneksi pada bagian atas tubuhnya, dan lengannya kemudian dapat dipasangkan pada tubuhnya,” kata sang supervisor efek visual, Dan Deleeuw, pada GeekSugar.

7. Sayap Sang Falcon

Untuk membuat sayap Falcon, Anthony dan Joe Russo ingin agar teknologi yang digunakan terasa seperti sesuatu yang memang benar-benar ada. Karena itu, desain sayap yang dibuat oleh tim efek visual filmnya untuk Falcon dibentuk sebagai tas punggung yang bisa melebarkan sepasang sayap yang terbuat dari bahan serat karbon dan mesh. Berbeda dengan cara terbang Iron Man, sayap yang digunakan Falcon butuh kendali penuh dan bisa membuat pemakainya lelah, sehingga perlu dioperasikan oleh orang yang atletis seperti Sam Wilson.

Untuk menentukan bagaimana gaya yang akan digunakan oleh Falcon untuk terbang, krunya terinspirasi dari cara terbang peregrine falcon. “Kami melihat banyak peregrine falcon, dengan pertimbangan bahwa mereka adalah salah satu burung paling cepat di luar sana. Ketika Falcon terjun ke arah helicarrier, ia dapat terbang cukup cepat sehingga bisa menghindari gempuran artileri yang menembakinya. Jadi ketika ia membungkukkan badan dan mengarahkan sayapnya di samping tubuhnya, itu adalah gerakan yang diambil dari peregrine falcon,” terang Deleeuw.

8. Gaya Perkelahian Modern

Setelah pindah ke zaman modern, cara berkelahi Captain America juga mendapat peningkatan yang signifikan dalam film barunya. “Teknik perkelahian yang kami gunakan dalam film ini adalah campuran dari parkour, jujitsu Brazil, karate, dan tinju,” kata sang kordinator stunt, Thomas Robinson Harper, dalam catatan produksinya. “Jadi ini benar-benar merupakan mixed martial arts yang telah kami latih pada Chris, karena salah satu bagian dari membawa karakternya ke zaman modern adalah Steve Rogers telah mempelajari dan menguasai gaya-gaya dan teknik perkelahian modern ini.” Untuk membantunya, Harper membawa beberapa spesialis seperti Chris Carnel dan James Young untuk melatih Chris Evans dan juga membuat koreografi perkelahian dalam filmnya.

9. Juara Ultimate Fighting Championship

Salah satu adegan perkelahian yang paling seru dalam film ini adalah ketika Captain America bertemu dengan Batroc. Pemeran Batroc, Georges St-Pierre, adalah juara UFC kelas welter. St-Pierre dipilih karena sutradaranya ingin agar pemeran Batroc punya bentuk fisik yang cocok dengan karakternya, sekaligus benar-benar bisa berkelahi. “Batroc adalah keturunan Perancis, dan Georges St-Pierre adalah orang Perancis-Kanada, dan ketika kami memutuskan untuk menghadirkan karakternya dalam film, kami ingin seseorang yang dapat menggambarkan sisi fisik dari karakternya tanpa harus menggunakan peran pengganti, dan tidak ada cara yang lebih baik daripada mencari seorang petarung yang juga bisa melakukan gerakan-gerakan perkelahiannya. Jadi kami menghubungi Georges St-Pierre dan ia sangat bersemangat untuk mendapatkan kesempatan pertamanya bermain dalam film aksi besar,” kata sang produser, Nate Moore.

10. Buku Catatan Steve

Saat bertemu dengan Sam Wilson, Rogers mengeluarkan buku catatan kecil berisi hal-hal yang menurutnya perlu untuk dicari tahu agar ia dapat menyesuaikan diri dengan zaman modern. Dalam versi yang kita lihat di bioskop, buku catatan Rogers berisi tulisan seperti Star Wars/Trek, makanan Thailand, Nirvana, Steve Jobs, dan lain sebagainya. Apakah Anda tahu kalau Anda menonton “Captain America: The Winter Soldier” di beberapa negara lain, tulisan yang ada di catatan Rogers ternyata berbeda-beda?

“Kalau Anda pergi ke Jerman untuk menonton filmnya, kalau Anda pergi ke Perancis untuk menonton filmnya, kalau Anda pergi ke London untuk menonton filmnya – sesuatu yang sangat saya rekomendasikan! – apa yang tertulis di buku catatan tersebut berbeda di masing-masing teritori tersebut,” kata Kevin Feige dalam wawancaranya dengan Vanity Fair. “Ini adalah kontes internet untuk orang-orang untuk menyumbangkan ide, “Apa yang dilewatkan oleh Steve Rogers ketika ia berada di dalam es selama 70 tahun?”

Contohnya, dalam versi Korea, catatan Rogers memasukkan poin-poin seperti Oldboy, Piala Dunia 2002, dan Ji-Sung Park. Sementara itu, dalam versi Inggris bisa ditemukan poin-poin seperti Sean Connery, The Beatles, dan final Piala Dunia 1966