Minggu, 28 Oktober 2012

Pengaruh Tingkat Kesuburan Sperma, dan Tips Seputar Reproduksi


Ghiboo.com - Sperma merupakan salah satu aset yang paling berharga bagi kesuburan pria, karena sperma membawa sifat-sifat pemiliknya yang diteruskan kepada keturunannya melalui proses reproduksi.

Kualitas sperma yang dihasilkan pria dipengaruhi oleh kondisi kesehatannya selama proses pembentukan sperma. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas sperma adalah asupan nutrisi yang diperoleh dari makanan.

Ibaratnya pupuk bagi tanaman maka zat gizi dalam makanan akan menjaga agar sperma tetap menjadi bibit unggul pria.

Penelitian yang dilakukan oleh dr. Jorge Chavarro, seorang asisten profesor dari Harvard School of Public Health, mengungkapkan bahwa konsumsi lemak trans (trans fat) berkorelasi langsung dengan konsentrasi sperma.

Dalam pertemuan tahunan American Society for Reproductive Medicine di Orlando pada Oktober tahun lalu, seperti dikutip dari jurnal kesehatan Fertility and Sterility, "Semakin tinggi asupan lemak trans maka semakin rendah konsentrasi sperma seorang pria."

Lemak jenis ini banyak dijumpai pada makanan siap saji (fast food). Oleh karena itu untuk menjaga konsentrasi sperma tetap normal sebaiknya Anda menghindari makanan siap saji.

Indikator kesuburan sperma lainnya adalah pergerakan (motility) sperma dalam membuahi sel telur. Kaitan pengaruh asupan makanan terhadap pergerakan sperma dijelaskan oleh peneliti lainnya dari Harvard School of Public Health, Audrey Gaskins.

Dalam forum yang sama dengan Chavarro, Ia memaparkan hasil penelitiannya bahwa prudent diet yaitu pola makan sehat yang kaya asupan ikan, buah-buahan segar, sayuran, kacang-kacangan, dan gandum utuh (whole grain) terbukti mampu meningkatkan pergerakan sperma.

Sebaliknya western diet yang mengandung banyak daging merah, karbohidrat refinasi (refined carbs), manisan, dan minuman energi memiliki efek buruk terhadap pergerakan sperma.

Selain pergerakan dan konsentrasi sperma, indikator kesuburan sperma adalah bentuk (morfologi) sperma. Dr. Spence Pentland, seorang Fellow of the American Board of Oriental Reproductive Medicine dalam situs pribadinya menjelaskan bahwa makanan yang kaya akan anti oksidan mampu mencegah kerusakan sperma akibat radikal bebas.
(Fitness for Men Indonesia edisi Desember 2011)

 Berjemur Tingkat5kan Kesuburan Pria dan wanita

Ghiboo.com - Banyak cara yang dilakukan untuk memperoleh anak. Termasuk melakukan bulan madu setelah menikah. Bila Anda berencana demikian, coba pilih pantai. Loh, kok gitu?
Penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan dari University of Graz di Australia, menunjukkan berjemur dibawah sinar matahari membantu meningkatkan hormon seks dan sel telur bagi wanita dan testosteron pada pria.
Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam European Journal of Endocrinology ini didasarkan pada analisis terhadap 2.300 responden.
Peneliti menemukan kadar testosteron dan vitamin D mengalami kenaikan pada bulan Agustus dan turun di bulan Maret setelah musim dingin.
Vitamin D yang banyak terkandung dalam sinar matahari ini lah yang dianggap peneliti berperan besar bagi pertumbuhan sperma pria yang lebih sehat dan bergerak lebih cepat. Selain itu, vitamin yang terkenal baik bagi tulang ini juga memacu kadar testosteron untuk meningkatkan libido bagi pria.
Sementara bagi wanita, vitamin D membantu meningkatkan kadar hormon seks, yaitu progesteron sebanyak 13 persen dan estrogen 21 persen. Vitamin D juga membantu mengatur siklus menstruasi dan membuat konsep yang lebih mungkin akan tingkat kesuburan.
Meskipun sinar matahari dianggap baik, peneliti Dr Elisabeth Lerchbaum menegaskan agar pasangan tidak terlalu lama berjemur, karena terpapar sinar matahari terlalu lama memicu risiko kanker kulit.
"Mereka yang ingin cepat hamil, sebaiknya menyisihkan waktu diluar ruangan agar mendapat manfaat dari sinar matahari atau mengonsumsi suplemen vitamin D, yang merupakan cara aman dan murah untuk menaikkan tingkat kesuburan," tambah Dr. Elizabeth, seperti dilansir Dailymail, Selasa (31/1).


Awas!Malas Ganti Pembalut Bikin Tak Subur

TRIBUNNEWS.COM - Wanita yang kurang peduli pada perawatan organ intim ketika menstruasi ternyata dapat menjadi faktor terbesar infertilitas dan kanker serviks.
"Banyak yang menyalahkan kualitas pembalut, padahal sebenarnya yang terpenting adalah cara  memelihara kebersihan organ intim ketika menstruasi, misalnya dalam hal mengganti pembalut" jelas seksolog dr. Ryan Thamrin dalam acara Shine With Charm di Jakarta, kemarin.
Menurut Ryan pasnya pembalut diganti setiap 2-4 jam sekali. Bila lebih dari waktu tersebut, keadaan organ intim tentulah akan sangat lembab dan membuat bakteri penyebab keputihan tak normal (keputihan yang berwarna kekuningan, kecoklatan atau kehijauan) muncul.
"Terlebih bila Anda beraktifitas, dengan menggunakan pakaian tebal misalnya celana jeans. Tingkat kelembabannya pasti tinggi" tambah Ryan.
Bila terus dibiarkan kemudian terjadi keputihan tak normal maka wanita harus berhati-hati. Sebab menurutnya penyebab utama kasus infertilitas di Indonesia adalah keputihan tak normal. Karena sperma akan mati di dalam vagina yang banyak keputihan tak normalnya.


Ghiboo.com - Keju yang biasa disantap, ternyata bisa mempersulit pria menghamili istrinya.

Penelitian Harvard menunjukkan bahwa pria yang memakan tiga slice keju (3 ons) sehari memiliki kualitas sperma yang 'memble'.
Tak hanya keju, beberapa produk makanan terbuat dari susu diperkirakan memberikan risiko yang sama.
Pemimpin penelitian Myriam Afeiche dari Harvard School of Public Health di Boston, AS menjelaskan hormon estrogen sapi betina dalam susu mungkin menjadi penyebabnya, meskipun belum diketahui secara pasti.
"Hal lain seperti adanya kandungan senyawa, seperti pestisida, polusi terklorinasi dan logam berat mungkin turut mempengaruhi," jelasnya.

Kecepatan berenang dan bentuk yang baik menunjukkan kualitas sperma tersebut baik. Namun, mengonsumsi tiga porsi makanan penuh lemak susu per hari malah menurunkan 25 persen kualitas sperma.


Dok, saya telah menikah dua tahun dan kami sampai saat ini belum dikaruniai anak. Saya merupakan perempuan yang berkarir sebagai marketing di sebuah perusahaan dengan aktifitas yang cukup tinggi.
Adakah tips yang harus saya lakukan, termasuk jenis makanan yang harus dikonsumsi supaya saya cepat hamil? Terima kasih, salam.
Tata, 28 tahun - Jateng

Jawaban :
Untuk Ibu Tata yang baik, semoga diberikan kemudahan dalam kehamilan dan untuk itu tetap harus berusaha tentunya ya bu. Pada kasus yang ibu alami terkait dengan kehamilan, maka hal itu harus dilihat dari banyak aspek. Dalam hal ini saya selalu menekankan bahwa kehamilan adalah konsepsi bersama sebagai sebuah pasangan, sehingga menjadi tanggung jawab dalam partisipasi bersama tentunya.
Untuk itu, maka pemeriksaan kesuburan harus dilakukan antara kedua belah pihak, dan dalam hal ini pemeriksaan tersebut juga harus menyertakan peran suami. Khususnya bagi Ibu Tata, maka pemeriksaan yang lengkap juga harus dilakukan meliputi:
-Pemeriksaan USG untuk melihat kondisi rahim dan indung telur ibu
-Pemantauan waktu subur ibu
-Pemeriksaan radiologi untuk melhat kondisi saluran telur ibu, dan lain-lain
Berhubungan dengan pola makan, maka Ibu dapat mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin dan mineral (khususnya vitamin E), serta menghindari makanan yang banyak mengandung oksigen radikal bebas seperti pada makanan yang diolah dengan cara dibakar (seperti sate).
Terlebih dengan pola kerja ibu sebagai wanita karir, maka salah satu faktor pencetus timbulnya infertilitas dalam dunia modern adalah stress dan beban pikiran akan tugas pekerjaan. Dalam hal ini ada baiknya ibu melakukan konsultasi kepada dokter kandungan bersama dengan suami agar dapat diketahui kendala yang dihadapi bersama. Semoga lekas mendapatkan momongan ya bu, salam sehat. (RS)

dr. Ricky Susanto. SpOG, M.Kes


Wi-Fi Turunkan Kwalitas Sperma

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Laptop, smartphone, internet sudah menjadi salah satu bagian dari gaya hidup manusia di era saat ini. Namun, penelitian baru menunjukkan bahwa penggunaan Wi-Fi dapat merusak sperma dan menurunkan kesuburan pria. Penyebabnya, menurut Reuters Health, karena radiasi elektromagnetik yang dihasilkan oleh perangkat komunikasi nirkabel.
Dalam studi yang dipublikasikan dalam jurnal Fertility and Sterility, peneliti mengambil sampel 'semen' dari 29 sukarelawan sehat. Semen diletakkan di bawah laptop Wi-Fi-enabled dan terhubung ke internet. Setelah empat jam, sebanyak 25 persen air mani tak lagi berenang.
Sembilan persen dari semen yang diuji bahkan mengalami kerusakan DNA. Sementara itu, sampel semen yang diletakkan di dekat laptop yang dihidupkan tapi tak terhubung dengan internet menunjukkan kerusakan minimal. Begitu pula dengan sampel yang disimpan secara terpisah.
"Penelitian kami menunjukkan bahwa penggunaan komputer laptop terhubung ke internet dan diposisikan dekat organ reproduksi laki-laki dapat menurunkan kualitas sperma," demikian ditulis oleh para peneliti dalam jurnal tersebut. Namun, mereka masih belum yakin apakah temuan ini berlaku pada semua perangkat nirkabel. Ataukah, ada faktor lain yang berpengaruh.
Temuan ini cukup mencemaskan jutaan pria yang biasa menggunakan laptop di pangkuan mereka atau menyimpan smartphone di saku. Menurut American Urological Association, hampir satu dari enam pasangan Amerika mengalami kesulitan hamil. Setengah dari kesulitan kehamilan itu disebabkan karena masalah pada kesuburan pria.
Untuk kesuburan yang optimal, seorang pria harus memiliki 70 juta sperma per milimeter. Lingkungan merupakan salah satu faktor yang cukup berpengaruh dalam  menurunkan jumlah sperma. Studi yang diterbitkan pada awal November menunjukkan bahwa panas yang dihasilkan karena memegang laptop selama 10-15 menit berbahaya bisa merusak sperma.
Beberapa ilmuwan mengatakan mereka tidak percaya menggunakan laptop akan membuat pria mandul. Tapi, dalam kasus ini mereka menyarankan agar menggunakan laptop di meja, tidak di pangkuan.




Tidak ada komentar: